BABY VOLCANO TERIMA KUNJUGAN DINAS DARI BPOM, DKP PROVINSI JATENG DAN DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN KAB. GROBOGAN

Perbincangan hangat Kepala Desa Grabagan bersama Tamu dari BPOM, DKP Provinsi jateng dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Grobogan. [Post by. Luluk Kustati]

Grabagan_Post – Kepala Desa Grabagan (Eko Setyawan) didampingi oleh Babinsa Desa Grabagan (Puji Wibowo) menerima Kunjungan Dari beberapa Dinas diantaaranya BPOM Semarang, Koordinator Pemberdayaan UMKM Kosmetik, DKP Provinsi dan Dinas Peternakan dan Kelautan Kab. Grobogan, pada Senin, (30 Mei 2022)

Dalam Pertemuan tersebut, Kepala Desa menjelaskan bagaimana asal- usul terjadinya letupan- letupan Baby Volcano dan asal muasal terbentuknya nama Bledug Cangkring menjadi Baby Volcano.Baby Volcano diberikan oleh teman- teman KKN UNS pada tahun 2018 lalu tuturnya.

Menurut Eko Setyawan, Luapan lumpur (Gurda) Baby Volcano pada 22 Februari 2022 sempat meluap membanjiri persawahan warga, hal tersebut sudah beberap kali terjadi, jadi warga sekitar sudah terbiasa dan menurut warga setempat, hal tersebut tidak berbahaya dan sudah sering terjadi. Sebagaimana diketahui Baby Volcano mempunyai letutapn yang tidak berbeda jauh dengan Bledug Kuwu, akan tetapi baby Volcano mempunyai banyak letupan anakan yang terjadi di sekeliling letupan utama, itulah mengapa disebut Baby Volcano.

Lokasi Baby Volcano berjarak tidak jauh dari Bledug Kuwu, dan hanya berjarak beberapa kilometer dari Pusat Desa Kuwu. Umumnya Wisata Baby Volcano banyak dikunjungi oleh rombongan wisata odong- odong, tak jarang juga anak- anak sekolah dari beberapa Sekolahan. Pemerintah Desa terus memaksimalkan Pengembangan Wisata Baby Volcano, yaitu dalam upaya menarik wisata dan Pengembangan Desa Wisata. Pihak Karang Taruna juga berinisiatif mendongkrak wisata dengan beberapa kali mengadakan event “Seni Barong” dengan menetapkan Harga Tiket Masuk (HTM) yang digunakan perawatan Lingkungan Baby Volcano.

Dalam Upaya memajukan UMKM Lokal Desa Grabagan, Kepala Desa Grabagan juga mengajak para petani garam untuk ikut serta dalam komunitas para petani garam seKabupaten Grobogan, Yaitu dengan memberikan edukasi pembuatan garam modern dan mendaftarkan produk olahan garam keDinas Perizinan. Dengan kehadiran BPOM, harapannya Produksi garam Baby Volcano mendapatkan perhatian lebih untuk kedepannya.