MUSIM HUJAN TIBA

HUJAN TURUN PERTANDA BERAKHIRNYA MUSIM KEMARAU

GRABAGAN, beberapa waktu lalu desa Grabagan yang terdiri dari tuju dusun memang kerap  diguyur hujan   meski dengan intensitas sedang dan durasi yang sebentar, namun dirasa belum cukup utuk persiapan menggarap sawah. Jumat, (16/11)  terjadi turun hujan dengan intensitas sedang sampi deras, setelah sebelumnya cuaca dirasa sagat panas dan gerah.

Karena mayoritas masyarakat desa Grabagan bermata pencaharian sebagai petani, hujan adalah suatu anugrah yang tiada tara bagi parpetani untuk mengawali penggarapan sawah. Hujan yang turun kali ini sangat ditunggu- tunggu dan diharapkan untuk menyirami tanaman padi gogo yang sudah ditanam setelah hujan yang turun beberapa waktu lalu. Sejumlah petani mengaku sangat gembira, karena akan ada harapan bagi tanaman mereka.

Hujan dinanti para petani Poto by. ElKa

Hujan yang membawa berkah ini tak jarang membawa ketakutan, karena hujan tak jarang dengan disertai angin kencang dan petir. Ada beberapa genting yang melorot dan beberapa tanaman roboh. Hal ini patut diwaspadai dan memang sering terjadi hampir setiap tahunnya. Namun bersyukur tidak terjadi didesa Grabagan.

 

 

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.